Bagi ku ber-nostalgia merupakan hal yang menyenangkan, kenapa? karena dengan bernostalgia aku bisa melihat betapa banyaknya waktu yang telah aku lewati, melewati semua rintangan dan semua masa-masa sulit, melewati segala moment berharga yang tidak dapat diulang kembali. Pernahkan kamu waktu bernostalgia seperti melihat foto-foto lama kamu waktu kecil atau waktu sma dan pernahkah kamu juga terbayangkan sesuatu yang harusnya kamu lakukan waktu itu namun tidak pernah juga terlaksana? bila kamu menjawab pernah maka kamu tidaklah sendirian karena akupun juga demikian.
Aku mau berbagi cerita lama ku dulu kepada kalian ya, waktu SMP aku orangnya biasa saja, kalau kata orang sih aku gemuk dan lucu (mungkin sampai sekarang ya :p), aku biasa saja ranking dikelas saja aku hanya diperingkat 9 dari 35 siswa dikelas. Pada masa SMP adalah masa dimana banyak anak-anak mengalami yang namanya pubertas, maklum anak jaman sekarang cepat pubertasnya karena dipengaruhi hormon dan gaya hidup, dimasa ini muncul lah yang namanya pacaran, 7 huruf buatan manusia yang menjadi tolak ukur seseorang laku atau tidak (sudah seperti barang dagangan saja), ya, aku sebagai lelaki normal pasti juga mengalami dimana mulai lirik-lirik seorang perempuan. Pada waktu itu teman-teman ku sudah bergerak cepat untuk mendapatkan seorang pacar, apalagi murid baru (kelas 7 ) langsung pada di serbu sama teman-temanku. Namun entah kenapa aku selalu biasa saja, tidak bergerak cepat untuk mendapatkan pacar, mungkin aku terlalu menyadari bahwa aku tidak sekeren mereka.
Saat aku memasuki kelas 9 SMP aku mulai jatuh hati dengan seorang perempuan (aku rasa aku tidak harus menyebutkan namanya), aku tidak pernah satu kelas dengan dia namun aku satu tempat les dengan dia, orangnya baik,ramah,dan lucu. Tak ada orang yang tau dengan perasaanku dengan dia, cukup hanya aku saja yang mengetahui. Pada waktu itu juga aku sering SMS an dengan seseorang perempuan lain (dulu aku tidak memiliki smartphone sehingga pake SMS saja), perempuan ini adalah temanku SD namun kami juga masuk SMP yang sama.
Cerita dimulai dari sini, aku sering sekali SMS an dengan perempuan teman SD ku ini sampai larut malam, aku rela setiap hari beli pulsa dan beli paket untuk berbicara dengan dia melalui SMS, namun aku tidak rasa dengan dia sehingga obrolan dan kedekatan ku itu hanya sekedar teman biasa saja, karena aku menyukai perempuan yang menjadi teman satu les, aku beruhasa mendekat dengan dia mulai minta follow back di twitter sampai nomor telepon dia. Seperti pada umumnya masa pendekatan dengan dia, aku mulai mendekati dia dari sering menghubungi sampai memberi perhatian.
Namun ada sesuatu yang tak terduga Perempuan teman SD ku ini ternyata menyukaiku dan memberi kode bahwa dia mau jadi pacarku, jujur aku kaget, tapi aku tidak menyimpan rasa dengan dia sehingga aku tidak menjawab dengan serius tentang perasaan dia, setelah itu aku tidak lagi sering SMS an dengan dia, ada rasa bersalah juga aku dengan dia tapi mau bagaimana lagi?. Lalu aku memberanikan diri untuk menembak teman satu les ku itu pada pukul 9.30 malam melaui SMS (payah sekali aku), dia berpikir cukup lama untuk membalas sms ku, aku dengan setia menunggu SMS balasanya, sekitar 20 menit kemudian dia membalas SMS dengan pesan.
Maaf ya, sebenarnya aku sudah tau kalau kamu suka sama aku tapi maaf aku sudah punya pacar, kamu juga sering mention dan beri perhatian sama aku di twitter sampai pacar aku lihat dan suruh aku untuk blokir kamu dari twitter aku. maaf ya kita temanan aja, jujur kamu bukan tipe aku.
Nyess. Pedas. Sakit. Perih. Hancur sudah semuanya. Rasanya aku seperti tidak ada harga diri lagi, aku ingin menghilang saja dari hadapan dia dan tidak mau bertemu dengan dia lagi. semuanya hancur. lantas aku berpikir apakah ini karma? karena aku sudah pernah menolak teman SD ku dulu. Aku tidak tau. Menyesal? iya, kenapa aku tidak terima saja teman SD ku dulu. Itu adalah cerita masa lalu ku yang nyesek, Masa SMA kulalui biasa saja tanpa pernah yang namanya Pacaran. Bahkan sampai sekarang aku kuliah aku masih saja jomblo yang belum pernah pacaran namun pernah ditolak dan menolak. Sungguh ironi memang, kalau ada yang bertanya kenapa aku belum pacaran lagi? jawabanya aku juga tidak tau, aku suka dengan perempuan tapi perempuan itu sudah punya pacar, ada perempuan yang aku suka namun untuk berkomunikasi lama saja tidak pernah. Sudahlan itu semua masa lalu dan Kedua perempuan yang kuceritakan tadi sekarang juga sudah kuliah dan mereka juga bertambah cantik.
Grey Small Pencil


No comments
Post a Comment