Thursday, January 5, 2017

Perjalanan dan Petualangan

     


Menjadi seorang perantau ditanah asing semakin membuatku untuk selalu terbiasa serba sendiri. Ditanah rantauan ini aku hanya seorang diri saja, untungnya aku mendapatkan banyak teman yang kutemui dari kegiatanku dikampus. Bicara tentang merantau pasti tidak lepas dari yang namanya perjuangan, dimana perjuangan ini kelak akan membuat sebuah kisah hebat dimasa depan. Bagiku selama masih muda pergilah merantau, tujuannya agar bisa melihat dunia lebih luas, lebih mandiri, dan lebih siap terhadap hidup yang sesungguhnya.


      Hal pertama yang sangat terasa sebagai anak perantauan selain jauh dari orang tua adalah saat bangun pagi dan tidak ada orang yang mengomel karena ulahmu dan juga tidak ada makanan yang selalu tersedia. Menjadi anak perantauan juga membuatmu menjadi bebas, namun bukan berarti kamu bisa seenaknya saja mengikuti orang yang tidak benar, kamu harus bisa memilih pergaulan yang positif. Walaupun bebas diperantauan janganlah lupa untuk selalu berdoa dan beribadah kepada Tuhan dan juga jangan lupa untuk menelfon orangtua (walaupun sekali dalam seminggu), menelfon orang tua menjadi sebuah penyemangat tersendiri yang didapat (sulit diucapkan namun hanya bisa dirasakan saja). Saat orangtua menelfon, aku selalu mengatakan kabarku selalu baik-baik saja walaupun aku sedang sakit, kenapa? karena aku tidak mau orangtuaku merasa cemas, aku mau mereka tetap tenang saja. Homesick menjadi hal yang selalu dengan tiba-tiba datang mengingatkan aku akan kampung halaman, ya walaupun dikota semua serba ada dan menyenangkan tapi kampung halaman rasanya lebih damai dan tentram.

    Selama perjalanan aku berjuang merantau, banyak yang telah aku lewati misalnya dari belajar mandiri, mengurusi semua kebutuhanku sendiri, selektif dalam memilih teman, dan lain sebagainya. Aku tinggal dikota Gudeg yang bagiku cukup nyaman namun ada beberapa oknum yang membuat kekacauan sehingga mengganggu orang sekitar. Orang tua di kota Gudeg ini sangatlah ramah-ramah, ya orang tuanya saja, ada beberapa temanku (entah apakah orang asli sana) bersikap seperti sombong dan menutup diri dari teman-teman perantau. Tapi tidak juga semua, ada juga temanku yang asli dari Kota Gudeg ini bersikap baik dan mudah bergaul, ya semua itu tergantung dengan orangnya juga. Namanya juga kota Gudeg pasti yang terkenal ya Gudeg, makanan rakyat yang membuatku ketagihan setiap memakannya dan juga secangkir kopi jos (kopi yang dicampur arang) angkringan disudut kota nan romantis. 

      Ditahun 2017 yang masih baru dan sudah berjalan beberapa hari ini, aku membuat sebuah kategori baru yaitu, Perjalanan dan Petualangan . Dalam kategori ini aku ingin menceritakan tentang perjuangan dan petualanganku kepada kalian, Aku berharap semoga kalian suka dengan hasil pemikiran sederhanaku ini. Selamat Tahun Baru.



GREY SMALL PENCIL
5 January 2015


Sumber Gambar
seluruhnya dilihat dari google image

No comments

Post a Comment

© Grey Small Pencil
Maira Gall