Ingatan kembali hadir, menghampiri sang pemilik rindu. Mungkin hanya aku saja yang dihampiri rindu, kamu mungkin tidak. Apa kamu ingat tentang hari itu, ku siapkan hari untuk berjumpa, ku berikan senyum terbaik ku, ku berikan sikap terkerenku, saat itu. Duduk menikmati minuman yang semakin lama makin tidak dingin lagi. Ku cari banyak hal tentang mu saat itu. Aku menjadi pendengar yang baik agar kamu tetap merasa nyaman. Rasanya aku ingin menghentikan waktu saat itu, menikmati semuanya denganmu. Orang-orang sibuk dengan kegiatan mereka, akupun juga sibuk, sibuk memperhatikan wajahmu yang begitu serius bercerita. Ternyata waktu berjalan begitu cepat tanpa aku harapkan. Waktu yang kutakutkan tiba. Aku selalu menyanggah hal ini. Aku hanya fokus tentang kita, hingga aku lupa untuk mempersiapkan waktu itu, aku terlena.
Lama tidak ada kabar, ku harap kamu baik-baik saja. Ku kirimkan doa, karna itu yang aku bisa. Sebaik-baiknya hal yang kau sembunyikan, akan diketahui oleh waktu. Aku tidak tau harus bagaimana. Aku memberikan sifat terpalsu (paling palsu) ku saat mendengar kamu sudah menyerahkan hati untuk dimiliki. Sehebat-hebatnya aku tetaplah aku seorang manusia. Menanam rasa yang ku tanam sendiri sudah mulai tumbuh, namun disaat itu juga aku harus membunuh mati rasa itu. Rasa itu sekarang sudah tidak layak tumbuh padaku. Sudahlah. Salahku juga yang tidak menyatakan. Kamu sepertinya ingin dimiliki, maaf jika aku membuatmu menunggu, maaf. Sekarang (mungkin) kamu sudah bahagia, biarkan aku yang menjaga lalu mengubur ini semua, biar aku saja, tak mengapa. Setelah berhasil mengubur ini semua, aku akan mencari bahagiaku. Kita tidak tau kapan, bahkan aku pun juga tidak tau. Sudahlah, biar waktu yang menjawab.
GREY SMALL PENCIL
20 FEBRUARI 2019
Sumber Gambar:
Semua dilihat dari Google Images


No comments
Post a Comment